Siang sobat eaters.. Kali ini saya ingin berbagi tentang kuliner legenda yang ada di Jogja. Bukan soto juga bukan bakso, karena menu ini akan saya siapkan untuk liputan saya selanjutnya. Menu ini mengandung daging dan biasa dibakar atau dimasak dengan kuah pekat. Tapi lebih sering dibakar sih.. Sudah dapet clue nya..? menu apakah yang saya maksud..?

SATE-PETIR-PAK-NANO-10

Menu ini cukup terkenal di Jogja, mungkin jadi terkenal karena ada menu yang sama dimasak dengan cara yang khas yaitu dibakar dengan menggunakan garam. Ketika garam bertemu dengan api, maka timbulah percikan dan suara yang khas yang kemudian orang Jogja mengindentikannya dengan Klathak. Yup.. liputan saya kali ini adalah sate kambing. Tapi bukan klathak lho ya. Sate ini cukup melegenda di Jogja dan sekitarnya.

SATE-PETIR-PAK-NANO-4

SATE-PETIR-PAK-NANO-2

Perkenalkan the one and only.. *drum roll please..* Sate Petir Pak Nano..!! Warung sate yang selalu ramai pengunjung dan dengan jam buka yang cukup singkat tapi selalu saja habis disantap para pembelinya. Mulai dari kalangan pejabat, artis, selebriti hingga orang biasa sudah banyak mengenal dan mengunjungi warung sate ini. Warung sate yang terkenal dengan tingkat kepedesan yang luar biasa..

Lokasi

Lokasi awal warung sate ini konon katanya ada di daerah patangpuluhan Jogja, tapi semenjak tahun 2004 warung ini pindah ke daerah selatan Jogja, lebih tepatnya di daerah Tirtonirmolo Bantul. Lokasinya cukup mudah di temukan, karena berada persis di pinggir jalan ringroad selatan dan persis juga berada di pinggir kali.

SATE-PETIR-PAK-NANO-3

SATE-PETIR-PAK-NANO-7

Ancer-ancer yang paling mudah sih dari arah perempatan Pabrik Gula Madukismo ke arah barat atau arah Purworejo terus saja sampai kalian menemukan jembatan kedua. Lihat samping kiri jalan. Warung ini berada persis disamping jembatan dan Pohon Bambu yang cukup besar. Perlahan-lahan ya kalau lewat jalan ini, karena biasanya banyak yang suka ngebut.

Suasana Warung

Sepintas kalau saya lihat, warung ini sebenarnya adalah sebuah rumah yang di lantai tengahnya dijadikan warung makan. Cukup nyempil dan mungil. Kalau sedang ramai pengunjung memang cukup puyeng juga buat cari posisi makan. Kok lantai tengah..? yoi bro.. rumah ini punya tiga lantai. Kalau dari pinggir jalan memang tidak terlalu terlihat, tapi begitu masuk baru saya ngeh kalau bangunan ini sebenernya berlantai tiga.

SATE-PETIR-PAK-NANO-6

Dibagian depan rumah ini Pak Nano menempatkan area masaknya. Dengan Penataan sederhana khas warung sate, PaK Nano sudah menyajikan sate kambing ini sejak tahun 1984. *lawas tenan mas bro..* Waktu yang cukup lama untuk menjadikannya legenda sate kambing di Jogja. Pasti kalian bertanya-tanya apa yang menyebabkan warung sate ini menjadi legenda. Jawabannya ada di kata petir yang beliau gunakan.

SATE-PETIR-PAK-NANO-5

Kata petir inilah yang mencerminkan betapa pedasnya racikan sate pak Nano. Bahkan Pak Nano punya julukan untuk masing-masing level pedas yang beliau sajikan. Mulai dari PAUD sampai dengan Profesor. Silahkan pilih sesuai dengan kekuatan bibir dan perut sobat eaters.

Makanan dan Rasa yang ditimbulkan

Siang itu saya pesan satu porsi sate dengan level kekuatan semaksimal mungkin yang perut saya mampu tahan. Level apakah itu..?! level PAUD aja ah.. wkwkwkwkwkwkwkwkwk.. *mosok kalah sama perutnya.. isin mas bro..* Biar aman dan ga mules tingkat dewa saya pesan level paling rendah aja. Biasanya pak Nano akan menyindir pengunjungnya yang memesan dengan level serendah saya, tapi kebetulan ada pelanggan lain yang beliau kenal, alhasil saya terlepas dari sindiran maut beliau.

SATE-PETIR-PAK-NANO-9

SATE-PETIR-PAK-NANO-8

Dan pelanggan lain yang kena imbasnya. *selamet.. selamet..* 😀 Sate yang disajikan pak Nano ini setiap porsinya ada 5 buah tusuk sate dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Ditemani dengan irisan bawang merah, tomat dan kubis. Rasa pedas yang saya terima berasal dari cabe rawit yang diiris tipis kemudian dicampurkan langsung bersama tuangan kecap manis khas warung sate pak Nano.

SATE-PETIR-PAK-NANO-11

SATE-PETIR-PAK-NANO-1

Satenya tidak amis dan empuk sekali. tidak butuh tenaga banyak untuk menyantapnya. Walau hanya level PAUD, tapi pedas yang saya rasakan cukup kuat di mulut saya. *gimana yang level Profesor yak.. bisa jontor nih bibir* Yang saya suka dari sate ini ada aroma daun jeruk yang cukup kuat di racikan kecap manisnya. Aroma ini menambah kuat citarasa dari sate pak Nano. Kecap manisnya juga oke nih.. kayaknya bukan kecap pasaran yang biasa kita makan dan santap.

Kesimpulan

Sate Petir Pak Nano memang punya citarasa tersendiri. Keramahan beliau dalam menyapa tamu menjadi nilai lebih warung sate ini. Satu kalimat yang bisa saya berikan adalah “ Sate empuk dengan porsi pas yang punya tingkat kepedesan nyata di mulut, Diracik dengan citarasa khas dan keramahan”. Itulah Sate Petir Pak Nano. Saya bukan pakar kuliner, saya hanya ingin berbagi informasi tentang dunia perkulineran di Jogja kepada sobat eaters semua. Karena rasa adalah masalah personal dari lidah kalian masing-masing. Silahkan eaters coba dan buktikan sendiri. Jangan takut untuk datang dan mencicipi langsung ya.. Selamat mencicipi kawan eaters. Selamat berkuliner ria. Jangan lupa beri komentar kalian dibawah ya.. Selamat berjalan-jalan dan mencicipi kuliner khas Jogja lainnya. Salam kuliner 🙂

INFORMATION

Location
Sate Petir Pak Nano
Jl. Jogja – Ringroad Selatan No. 90
Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul
Yogyakarta

Opening Hours
12:00 – 18:00 Habis

Price
Sate (20k)
Nasi + Minuman (5k)

MAP