Karena ada keperluan masa depan, saya sering melewati jalan ini, mungkin bisa dibilang seminggu sekali pasti lewat jalan ini. *kayak gitu dibilang sering* 😛 Jalan yang menghubungkan kota Jogja dengan kabupaten Kulon Progo ini semakin hari semakin ramai dan padat. Apalagi kalau akhir minggu dan musim liburan, udah saingan aja ni jalan sama jalan Solo. Truk-truk besar, bus pariwisata selalu lalu lalang di kawasan ini. Dan setiap saat mata saya selalu tertuju dengan warung yang satu ini. *ada yang lain juga sih* Warung sederhana di pinggir jalan yang tidak terlalu besar, tapi selalu saja ramai pengunjung. Nama warung ini adalah Soto Mbah Saleh & Bakso Gajah.

SOTO-MBAH-SALEH-&-BAKSO-GAJAH-10SOTO-MBAH-SALEH-&-BAKSO-GAJAH-9

Lokasinya ada di jalan Jogja Wates kurang lebih ada di kisaran kilometer 6 sampai 7. Kalau sobat eaters dari arah Jogja, warung ini ada di sebelah utara atau kanan jalan. Letaknya ada disamping sungai yang cukup besar. Pemandangannya sungai inilah yang jadi salah satu view apik di warung soto dan bakso Mbah Saleh. Ruang usaha bakso dan soto ini ternyata cukup luas juga. Begitu kalian masuk, pasti akan merasakan kelegaan tersendiri. Tempatnya juga cukup teduh karena naungan pohon-pohon besar yang ada di sekitaran warung.

SOTO-MBAH-SALEH-&-BAKSO-GAJAH-8SOTO-MBAH-SALEH-&-BAKSO-GAJAH-7

Mungkin ada pengaruh dari sungai yang berada di samping warung ini pula yang menjadikan warung ini terasa adem dan sejuk walau Jogja memang lagi Hot-hotnya saat siang menjelang. Didominasi oleh perabotan kayu dan bambu warung ini mampu menampung hingga puluhan orang sekaligus. Kapasitas besar dengan menu sederhana siap memanjakan lidah sobat eaters semua.

SOTO-MBAH-SALEH-&-BAKSO-GAJAH-6SOTO-MBAH-SALEH-&-BAKSO-GAJAH-5

Menu yang ada diwarung Soto Mbah Saleh & Bakso Gajah memang cuma dikit, mungkin bisa saya katergorikan menjadi dua menu utama dan satu menu tambahan. Menu utamanya adalah soto dan bakso. Ada Soto ayam kampung dan soto sapi. Sedangkan untuk baksonya, ada bakso biasa dan bakso gajah. Menu tambahannya apalagi kalau bukan mie ayam yang memang sudah jadi sobat kental bakso ini. Dimanapun ada bakso, pasti disitu ada mie ayam. Memang susah dipisahkan dua sejoli ini. Untuk minumannya ada Es teler, jeruk, teh, aneka jus, kopi sederhana *kopi sachetan* dan lainnya.

SOTO-MBAH-SALEH-&-BAKSO-GAJAH-1SOTO-MBAH-SALEH-&-BAKSO-GAJAH-12

Karena perut udah mulai krucuk-krucuk dan matahari semakin tinggi, saya pesan satu mangkok Bakso Gajah dan Satu mangkok Soto Ayam Kampung. Kita tilik dulu dari Bakso Gajahnya. Bakso gajah ini disajikan komplit dengan mie kuning dan mie putih atau bihun. Ada tambahan potongan tahu dan sebuah pangsit Goreng. Bakso yang berukuran jumbo ini menutupi hampir sebagian mangkok sajinya. Bisa kalian lihat betapa besarnya bakso gajah yang mereka sajikan ini. Rasa baksonya cukup kenyal dan cukup enak, kuahnya juga cukup gurih dan tidak bikin serak di tenggorokan. Overall rasa dari bakso ini enak, walau mungkin belum terlalu spesial. Yang menjadikannya spesiak adalah ukurannya yang jumbo yang bisa bikin badan kita makin sejahtera.

SOTO-MBAH-SALEH-&-BAKSO-GAJAH-3SOTO-MBAH-SALEH-&-BAKSO-GAJAH-11

Berikutnya saya punya Soto Ayam Kampung. Karena sudah terbiasa dengan soto sapi, saya pilih menu soto ayam saja. Apalagi mereka memberikan Ayam kampung sebagai isian utamanya ketimbang ayam potong atau negeri. Sobat eaters pasti tahu gimana rasanya ayam kampung yang lebih mantab dari segi rasa dan dagingnya. Untuk satu porsi soto di warung ini menurut saya cukup imut. Mangkoknya juga tidak besar. Sialnya juga ditunjang dengan isian yang tidak terlalu banyak. *alamat pesen mangkok kedua nih klo gini terus* Isi soto ini benar-benar imut, bisa dibilang kuahnya lebih mendominasi daripada isiannya. Semuanya terasa tenggelam ditelan kuah soto yang kimplah-kimplah.

SOTO-MBAH-SALEH-&-BAKSO-GAJAH-4Sembari memakan soto ayam saya, mata ini sedikit melirik ke arah sajian tambahan yang disediakan sebagai penggoda iman sobat eaters saat melahap soto kalian. Godaan itu semakin kuat tatkala dihadapkan pada sebuah pilihan sulit antara tempe goreng, sate telur *duh kolesterol*, tahu bacem dan aneka potongan ayam goreng dari kaki hingga ujung rambut. Iseng saya ambil ayam gorengnya saja dengan bagian body paha atas. Ternyata lidah saya menangkap sesuatu yang bebeda dari soto ayam ini ketika saya kawinkan dengan ayam goreng tadi. Rasa sotonya menjadi lebih hidup, ada rasa asin gurih dari ayam gorengnya yang harus saya acungi jempol rasanya. SOTO-MBAH-SALEH-&-BAKSO-GAJAH-13

Perkawinan soto dengan ayam goreng ini menjadikan rasa soto ayam saya menjadi komplit dan mewah. Ternyata ayam goreng inilah yang menjadi kunci soto ayam di warung Soto Mbah Saleh ini. Kalau sobat eaters datang ke warung ini jangan lupa cicipi ayam gorengnya yak. Biar sempurna makan siang soto dan bakso saya kala itu, saya pesan Es Teler dan Es Jeruk. Es telernya sekali lagi ikut aliran minimalis sama dengan sotonya. Isinya sedikit dan seingat saya juga tanpa susu. *nek ga salah lho ya* Well itulah perjalanan kuliner saya kali ini. Next time kita ketemu lagi dengan makanan yang lebih yahut dan maknyus. Saya bukan pakar kuliner, saya hanya ingin berbagi informasi tentang dunia perkulineran di Jogja kepada sobat eaters semua. Karena rasa adalah masalah personal dari lidah kalian masing-masing. Silahkan eaters coba dan buktikan sendiri. Jangan takut untuk datang dan mencicipi langsung ya.. Selamat mencicipi kawan eaters. Selamat berkuliner ria. Jangan lupa beri komentar kalian dibawah ya.. Selamat berjalan-jalan dan mencicipi kuliner khas Jogja lainnya. Salam kuliner 🙂

INFORMATION

Location
Soto Mbah Saleh & Bakso Gajah
Jl. Jogja – Wates KM 6,5 (Samping Sungai)
Yogyakarta
Telp.

Opening Hours
08:00 – 20:00 WIB

Price
Soto Ayam (8k)
Bakso Gajah (12k)
Es Teler (7k)
Paha Atas (8k)
Sate Telor (5k)

MAP