Saya sempat dibuat penasaran dengan salah seorang teman yang menyebutkan kalau di daerah bantul atau tepatnya di jalan Parangtritis ada sebuah tempat makan yang unik dan apik. Rasa penasaran saya semakin memuncak *cie..ciee..* ketika saya mencoba untuk mencari tahu keberadaan tempat makan yang satu ini. Ternyata belum banyak orang mengenal dan mengetahuinya, termasuk saya. Bagaimana resto sebesar dan seunik ini bisa lepas dari radar saya. *geleng-geleng kepala sambil introspeksi diri* Di ranah mayapun tempat ini belum banyak orang yang meriviewnya. Satu lagi.. ternyata resto ini sudah ada sejak satu tahun yang lalu. damm.. man.. saya telat info nih..

WAROENG-POHON-12

WAROENG-POHON-1

WAROENG-POHON-2

Tapi tenang.. kali ini saya akan berbagi cerita perburuan saya ke tempat ini kepada kawan eaters semua. Nama resto ini adalah Waroeng Pohon Omah Sawah. Adakah di antara kalian yang sudah pernah mampir dan tahu tempat ini..?? kalau sudah berarti kalian adalah salah satu orang yang beruntung. Kalau belum, yuk mari simak cerita saya selanjutnya. Waroeng Pohon Omah Sawah berada di jalan Parangtritis KM 6 Sewon Bantul. Lokasi yang tidak berada di jalan utama dan mungkin juga karena letaknya berada di Jogja selatan yang notabene bukan daerah jajahan kuliner Jogja, membuat resto ini tersamarkan dari gemerlapnya dunia kuliner Jogja.

WAROENG-POHON-3

WAROENG-POHON-4

WAROENG-POHON-5

Tapi buat saya, Waroeng Pohon Omah Sawah merupakan salah satu perjalanan kuliner yang mengasyikkan sekaligus menyenangkan. Dengan letak geografis yang tidak jauh dari pusat kota, saya rasa resto ini akan semakin berkembang pesat kedepannya. Resto yang punya konsep unik ini punya gaya interior dan eksterior yang aneh untuk sebuah tempat makan. Dengan bangunan yang di dominasi oleh batu gamping dan rindangnya pepohonan yang ada, resto ini lebih mirip sebuah halaman rumah belakang yang disulap sedemikan rupa menjadi sebuah resto yang ciamik sekaligus menenangkan.

WAROENG-POHON-6

WAROENG-POHON-7

WAROENG-POHON-8

Batu gamping yang disusun sedemiakn baiknya, aksen kayu dan lampu yang ditata sedemikian rupa membuat tempat makan ini menjadi betah untuk dihinggapi berlama-lama bersama siapapun yang ada dalam hidup kalian. Didalam resto ini juga ada sebuah kolam kecil yang menambah semarak indahnya resto Waroeng Pohon Omah Sawah. Tunggu dulu.. kenapa ada lilitan kain bercorak kotak-kotak hitam putih ya..?! mungkin selain konsep kebun belakang rumah, secara tidak langsung kalian akan merasakan aura Bali di dalam resto ini. Aura yang tidak akan bisa lepas dari pandangan saya. I feel like being at home.. tapi sekaligus saya merasakan seperti berada di Bali. This is not Jogja.. *geleng-geleng lagi ah*

WAROENG-POHON-9

WAROENG-POHON-10

WAROENG-POHON-11

Udah ah.. kalau saya lanjutkan bisa jadi satu majalah ini nanti. 😀 Langsung saja kita bahas menu makanan yang ada di resto ini. Waroeng Pohon Omah Sawah menyajikan berbagai macam jenis masakan yang bisa kalian pilih. Ada yam goreng, bebek goreng, nila, wader, gurameh, udang, nasi goreng, mie goreng, beberapa menu paket, minuman tradisional, minuman modern dan aneka cemilan. Tapi ada yang paling spesial dan dicari banyak orang, apakah itu..?! Ada yang tahu Sego sarang ingkung ayam..? Makanan tradisional ini hanya disajikan dalam sebuah acara tertentu saja, seperti merti desa atau kendurian. Pasti kalian tidak asing dengan kata yang satu ini.

WAROENG-POHON-19

WAROENG-POHON-20

WAROENG-POHON-21

Untuk melestarikan masakan tradisional yang semakin hari semakin menghilang dari pasaran, Waroeng Pohon Omah Sawah berusaha untuk membuatnya tetap hidup dan menjadi obat kangen bagi para penikmatnya. Harga yang dipatok juga masih sangat reasonable menurut saya. Kenapa masuk akal..?! karena cukup dengan 120 ribuan kalian bisa menikmati satu ayam kampung utuh dan sego sarang untuk empat hingga lima orang, cukup murah kan.. Sembari menikmati sekaligus melestarikan kuliner khas nusantara, kalian juga bisa menikmati nuansa alam dan ademnya Waroeng Pohon Omah Sawah.. What a beautiful place to eat..

WAROENG-POHON-22

WAROENG-POHON-23

WAROENG-POHON-24

Sore itu saya bersama orang-orang tedekat saya ingin sekali mencicipi sego sarang dan ayam ingkung yang disajikan oleh Waroeng Pohon Omah Sawah. Kalau saya lihat dari menu ada dua jenis ingkung yang bisa kalian pilih. Ada yang ukuran besar dan ada yang ukuran normal. Karena takut tidak habis kami memilih yang ukuran normal saya. Tidak perlu menunggu lama Sego Sarang plus Ingkung ukuran normal telah sampai di meja saya. Sepertinya mereka punya banyak stok untuk menu yang satu ini. Bentuk dan penyajiannya juga khas sekali. Nasi gurihnya disajkan dalam balutan daun kelapa yang dianyam sedemikian rupa. Kemudian dibawahnya diberi alas daun pisang. Sedangkan untuk topingnya ada dua jenis sambal biasa, lalapan dan dua macam sambal spesial, yaitu sambal kacang dan sambal gepeng.

WAROENG-POHON-13

WAROENG-POHON-26

WAROENG-POHON-14

WAROENG-POHON-25

Sedangkan untuk ingkungnya mereka memakai bumbu gurih sebagai bumbu khasnya, jadi jangan khawatir merasa eneg, karena dijamin bakalan ketagihan dan balik lagi. Daging ayam kampungnya empuk dan bumbu gurihnya meresap sampai kedalam ayam. Makanan yang nikmat ini memang perlu dilestarikan dan dijaga keberadaannya. *yummy deh pokoknya* Selain sego sarang, saya juga penasaran dengan Soup Waroeng Pohon yang disajikan sekaligus satu paket dengan nasi putih. Awalnya saya mengira ini adalah sop biasa, tapi setelah datang ternyata ini adalah jenis Sop buntut yang saya suka. Rasa kaldunya benar-benar maknyus. Daging buntutnya juga empuk dan terasa mantap di lidah. Salah satu menu sop buntut yang saya rekomendasikan buat eaters semua.

WAROENG-POHON-15

WAROENG-POHON-31

Untuk sampingan dari menu sego sarang saya memesan Trancam Spesial. Menu yang mirip dengan gudangan ini punya sambal kelapa yang enak sekali, kesegaran irisan sayur segar ditemani manis pedasnya sambal kelapa, memang pas sekali untuk menemani santap ingkung kami sore itu. Sebagai menu penutup kami memesan Banana Split. Menu yang saya pikir akan disajikan dengan nuansa modern ini ternyata juga membuat saya kaget dan sedikit tertawa. Bagaimana tidak, silahkan eaters lihat foto yang sudah saya ambil. Bentuk banana split yang aneh, tapi punya sensai rasa yang kuat dan khas Waroeng Pohon Omah Sawah. What a day..

WAROENG-POHON-16

WAROENG-POHON-32

WAROENG-POHON-18

WAROENG-POHON-33

Setelah mencicipi semua menu berat di atas kami memesan berbagai jenis minuman yang berbeda untuk pencair suasana. Ada Es Gula Asem Kencur, Es Kelapa Muda Gelas, Jus Sirsat, Coklat Float dan Jus Alpukat. Semua menu ini disajikan dengan rasa dan tekstur yang tidak kalah dengan resto di tempat lain. Benar-benar sore yang indah buat kami. Perjalanan kuliner yang menyenangkan sekaligus memberi kesan yang mendalam buat kami semua. Pasti saya akan kembali ke tempat ini. Ada suasana yang masih membuat saya penasaran. Bagaimanakah bentuk resto ini di kala malam hari, pastinya lebih syahdu dan indah. I’ll be back soon..

WAROENG-POHON-34

WAROENG-POHON-30

WAROENG-POHON-29

WAROENG-POHON-28

WAROENG-POHON-27

Saya bukan pakar kuliner, saya hanya ingin berbagi informasi tentang dunia perkulineran di Jogja kepada eaters semua. Karena rasa adalah masalah personal dari lidah kalian masing-masing. Silahkan eaters coba dan buktikan sendiri. Jangan takut untuk datang dan mencicipi langsung ya.. Selamat mencicipi kawan eaters. Selamat berkuliner ria. Jangan lupa beri komentar kalian dibawah ya.. Selamat berjalan-jalan dan mencicipi kuliner khas Jogja lainnya. Salam kuliner 🙂

INFORMATION

Location
Waroeng Pohon Omah Sawah
Jl. Parangtritis KM 6 Sewon Bantul
Yogyakarta
Telp. 0274 445 625
Website : www.waroengpohon.com
Twiiter : @waroengpohon

Opening Hours
10:00 – 23:00 WIB

Price
Es Gula Asem Kencur (6k)
Banana Split (9k)
Trancam Spesial (7k)
Soup Waroeng Pohon + Nasi (24.5k)
Es Kelapa Muda Gelas (7k)
Jus Sirsat (7.5k)
Coklat Float (8.5k)
Jus Alpukat (8k)
Sego Sarang + Ingkung Normal (105k)

MAP