Liat anak muda jaman sekarang yang doyan nongkrong di gerai milktea, saya jadi kepingin ikut-ikutan ah biar dibilang gaul dan awet muda hahaha.. *inget umur pakdhe* 😀 Nemploknya saya di kedai ini sebenarnya bukan sesuatu yang direncanakan seperti biasa. Karena kebutuhan akan koneksi internet, saat itu juga saya iseng mampir ke kedai Village Milktea. Berharap bisa ngadem dan dapet koneksi internet yang yahut. *dasar sukanya gratisan* Tapi apa yang saya dapatkan di kedai ini diluar ekspektasi saya.

VILLAGE-MILKTEA-6

VILLAGE-MILKTEA-4

VILLAGE-MILKTEA-2

Sepintas dari luar, bentuk bangunan ini menyerupai bangunan ala Belanda yang ada di Eropa. Begitu masuk kalian akan merasakan nuansa ala dataran Eropa dari desain interior yang kesemuanya hampir menunjukkan identitas Eropa. Mulai dari wallpaper, wallsticker dan penataan meja serta kursi yang ditata sedemikian rupa. Berhubung awalnya saya mencari sofa biar bisa duduk manis, tapi ternyata saya tidak menemukannya disini. *ya sudah tak apalah..* Doa saya tinggal satu, semoga koneksi internet di tempat ini yahut..hut..hut..

VILLAGE-MILKTEA-3

VILLAGE-MILKTEA-1

Seperti kedai milktea kebanyakan, kalian harus memesan makanan dan minuman kalian langsung di meja pemesanan. Jangan lupa sekaligus bayar juga ya.. Setelah menu pesanan kalian jadi kalian diminta mengambil sendiri pesanan yang sudah kalian bayar sebelumnya. Ambil sedotan dan sendok serta garpunya juga sendiri.. pokoknya apa-apa sendiri di kedai ini. Self service lah pokoknya. Seperti yang sudah saya ceritakan diatas, tujuan saya awal saya ke kedai ini memang mencari koneksi internet sembari beristirahat sebentar dari laju perkembangan Jogja yang kian sangat pesat. *settttt dahhh…* 😛

VILLAGE-MILKTEA-7

Untuk bisa dapet koneksi internet tentu saya harus pesan minuman terlebih dahulu. *ora ono sing gratis mas saiki..* 😀 Karena bingung dengan berjuta tawaran berbagai macam jenis milk tea. Mulai dari freshtea, milktea, fruitea, chocolate, coffee dan aneka macam snack. Saya pesan yang sederhana saja. Macha latte with Pearl dan Hot Choco Caramel menjadi pilihan saya malam itu. Cukup dua minuman ini untuk menemani saya berselancar di dunia maya. Kalau kebanyakan bisa kembung nanti. Ga pesan makanan nih..? Untuk makannya saya skip malam itu, karena perut sudah terlalu padat merayap.

VILLAGE-MILKTEA-8

Untuk penyajian dari Macha latte with Pearl ini menggunakan gelas plastik sekali pakai yang biasa kalian jumpai di kedai-kedai sejenis. Biar praktis dan ga bikin kotor meja serta lantai. Kalau Hot Choco Caramelnya menggunakan semacam gelas karton yang juga diperuntukkan untuk take away, jadi praktis tinggal hlepp.. *lohh koyo iklan wae* Soal rasa jujur saya agak sedikit susah membedakan dari kedai-kedai yang lain, karena rasa yang hampir bisa dibilang mirip satu sama lain. Bedanya cuma terletak di interior dan penataan ruang yang ciamik serta meja foosball dan spot foto dengan background yang buat saya tertarik dan mengrenyitkan dahi.

VILLAGE-MILKTEA-5

Jika eaters lagi pingin gaul sama temen, keluarga, pacar atau siapapun, bisa mampir ke kedai ini bergembira bersama, foto-foto selfie terus mainan fosball sampe lemes *kuwi ngopo jal* hehe.. tempat nongkrong yang unik dan asik, mungkin itu yang bisa saya kasih kepada eaters semua tentang Village Milktea. Saya bukan pakar kuliner, saya hanya ingin berbagi informasi tentang dunia perkulineran di Jogja kepada eaters semua. Karena rasa adalah masalah personal dari lidah kalian masing-masing. Silahkan eaters coba dan buktikan sendiri. Jangan takut untuk datang dan mencicipi langsung ya.. Selamat mencicipi kawan eaters. Selamat berkuliner ria. Jangan lupa beri komentar kalian dibawah ya.. Selamat berjalan-jalan dan mencicipi kuliner khas Jogja lainnya. Salam kuliner 🙂

PS : Internetnya kurang kenceng nih mas bro mbak bro.. hhe.. *piss..*

INFORMATION

Location
Village Milktea
Jl. Jembatan Merah No. 116i Yogyakarta
Yogyakarta
Telp. –
Twitter : @VillageMilkTea

Opening Hours
13:00 – 24:00 WIB

Price
Macha latte with Pearl (12k)
Hot Choco Caramel (9k)

MAP