Perkenalan saya dengan seorang teman membawa saya kedalam suasana yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Kalau saya biasa berkunjung ke angkringan, kedai, lesehan pinggir jalan atau bahkan restoran besar, kali ini saya berkunjung dan mampir mencicipi masakan yang diolah dengan cinta kasih yang sangat besar terhadap makanan khas Indonesia. Warung Pakdhe, begitulah mereka menyebutnya. Warung sederhana yang terletak di sudut sebuah rumah kuno. Tempat sederhana yang membawa sejuta makna dan cerita di dalamnya. *so sweettt..*

Lokasi Warung Pakdhe berada di salah satu gang yang ada di jalan Tamansiswa. Tempatnya memang kecil dan hanya menempati lahan di sudut rumah tua. Tidak banyak orang mengenal tempat ini, temasuk saya. Tapi dengan perjumpaan ini saya bersyukur bisa mengenal dan mencicipi makanan sederhana tapi berjuta rasa ini. Beruntung saya bisa bertemu langsung dengan sang master penemu dan peracik makanan ini. *ntar ya, nanti pasti tau apa menu makannya* Mereka adalah pasangan suami dan istri yang sudah berajak tua *tapi ga tua-tua amat sih*. Mereka biasa disebut dengan panggilan sayang Pakdhe dan Budhe. *mesranya..* 😀

WARUNG-PAKDHE-3

Sang suami yang berprofesi sebagai seniman inilah yang awalnya mempunyai ide untuk membuat sebuah kedai atau warung sederhana, demi mewujudkan rasa penasarannya terhadap masakan dan bumbu-bumbu dasar yang ada di Indonesia. Sekedar info aja nih, kalau warung ini hanya buka dari jam 6 sampai jam 10 malam. Dahulu warung ini bisa buka hingga pagi hari, tapi karena pakdhe pernah mengalami stroke ringan yang memaksanya untuk istirahat dan menutup warungnya. Alasan inilah yang membuat beliau memutuskan untuk menutup warung pada jam 10 malam dan beristirahat. *pesan untuk eaters semua, jaga kesehatan ya..* 🙂

WARUNG-PAKDHE-4

Lanjut lagi ya ceritanya… Setelah berkeliling Indonesia dan mencicipi berbagai macam makanan nusantara, Pakdhe menemukan satu kesimpulan kalau sebenarnya bumbu dasar dari semua masakan yang ada di Indonesia ini mirip, atau bahkan bisa dibilang sama. Pernah suatu hari Pakdhe bertemu dengan salah satu chef besar di negeri ini dan belajar mengenai makanan dan bumbu-bumbu masak. Dari sinilah bibit-bibit rasa penasaran itu muncul dan beliau memutuskan untuk membuat sebuah masakan yang lain daripada yang lain tapi masih bisa diterima lidah orang Indonesia.

WARUNG-PAKDHE-2

Disamping kesibukannya sebagi seorang seniman, Pakdhe selalu menyempatkan waktunya untuk meracik dan menemukan makanan yang kelak bisa menjadi signature dan memperkenalkannya dengan khalayak ramai. Setelah berkali-kali mencoba dan gagal akhirnya beliau berhasil menciptakan makanan yang bernama Nasi Buldog dan Soto Rempah. *jenenge aneh tenan iki* Yuk kita bahas satu persatu.. Kenapa namanya Nasi Buldog..?!! setelah bercerita panjang lebar akhirnya saya tau kalau asal muasal nama ini didapat dari bali yang artinya Buleleng Dogen (Buleleng saja) dan disingkat menjadi Buldog. Kenapa Buleleng..? karena berdasarkan cerita yang saya dapat, nasi ini merupakan gubahan dari nasi yang berasal dari buleleng.

WARUNG-PAKDHE-7

Kalau di lihat sepintas kalian pasti akan mengira ini adalah nasi kucing khas Jogja, karena bentuk dan ukurannya yang hampir sama, cuma nasi seumprit ditemani oleh beberapa lauk. Nasi Buldog.. Nasi Kucing.. *you see..?!* Terdapat sebuah kesamaan ide diantara keduanya. Tapi dengan citarasa yang sangat jauh berbeda. Tapi boleh lah kalau kalian bilang Nasi Buldog ini nasi kucinya bali. Nasi Buldog sendiri berisi telur dadar, semacam srundeng, tempe dan ayam mesre. *klo saya ga salah ingat sih, tapi apa itu ayam mesre?, saya juga masih mencari tau.. 😀* Eiitss.. semuanya dalam porsi mini lho ya, jangan bayangkan porsi yang menggunung seperti warteg. Untuk rasanya.. hmmm.. surprise dan maknyusssss… lebih delicious daripada nasi kucing.. *jempol 5* Sampai-sampai ada seorang tetangga dari Pakdhe yang selalu membeli nasi Buldog ini setiap malam, mantabbb.. *salut deh*

WARUNG-PAKDHE-1

Nah sedangkan untuk Soto Rempahnya beda lagi nih ceritanya. Soto Rempah yang Pakdhe ciptakan ini menggunakan bumbu dasar yang bernama bumbu genep. *salah satu bumbu khas bali* Isian dari Soto Rempah ini sangat sederhana sekali, hanya ada daging sapi dan labu siam yang ditemani taburan daun bawang dan bawang goreng. Benar-benar sederhana, tapi coba rasakan kuah dari soto ini, lidah kalian akan terasa aneh pertama kali, tapi lama kelamaan akan terasa aroma rempah yang sangat kuat dari soto ini. Ada rasa pedas yang muncul dari kuah soto ini, tapi setelah saya tanyakan, rasa pedas yang muncul di soto ini bukan berasal dari sembarang cabe, cabe itu adalah cabe jawa. Apa itu cabe jawa..? biar ga repot saya singkat aja ya, cabe jawa ini masih satu kelas sama lada, jadi pantaslah kalau rasanya pedas-pedas gimana gitu *chek google yak* 😀

WARUNG-PAKDHE-6

Cara sempurna menikmati kedua makanan ini adalah dengan cara memakannya secara bersamaan, sensasinya akan lebih mantab lagi. Saya tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Kalian harus mencobanya langsung.. Benar-benar makanan sederhana kualitas surga *lebay meneh kie mas bro* 😀 Menu spesial saya malam itu saya akhiri dengan segelas Thailand Tea atau yang biasa disingkat Thaitea. Makanan berempah diakhiri dengan minuman berempah. Sempurnaa.. Konon dari cerita teman baru saya, kalau teh thialand ini adalah yang paling enak sepanjang hidupnya mencicipi berbagai jenis thaitea di tempat lain. Beraroma rempah kuat tapi tidak terlalu strong di mulut. Josss…

WARUNG-PAKDHE-5

Terima kasih untuk seorang teman yang telah mempertemukan saya dengan Pakdhe dan Budhe. Terima kasih untuk cerita, pengalaman hidup dan tentunya sajian istimewa malam ini. Saya pinjam ah kalimat dari Arnold Schwarzenegger yang terkanal itu, “I’ll be back!” hahaha.. yes i’ll be back soon untuk pengalaman yang lebih banyak lagi. Saya bukan pakar kuliner, saya hanya ingin berbagi informasi tentang dunia perkulineran di Jogja kepada eaters semua. Karena rasa adalah masalah personal dari lidah kalian masing-masing. Silahkan eaters coba dan buktikan sendiri. Jangan takut untuk datang dan mencicipi langsung ya.. Selamat mencicipi kawan eaters. Selamat berkuliner ria. Jangan lupa beri komentar kalian dibawah ya.. Selamat berjalan-jalan dan mencicipi kuliner khas Jogja lainnya. Salam kuliner 🙂

INFORMATION

Location
Warung Pakdhe
Jl. Tamansiswa (Gang samping Dickys Coffee)
Yogyakarta
Telp. –

Opening Hours
18:00 – 22:00 WIB

Price
Soto Rempah (8k)
Nasi Buldog (3.5k)
Thaitea (7k)
Tea / Iced Tea (2.5k)

MAP