Banyak hal ajaib di dunia ini. Keajaiban itu juga melanda dunia perkulineran. Salah banyaknya ada di Jogja. *karena memang ga cuma satu* Tapi kali ini saya hanya akan membahas salah satu keajaiban tersebut. Kalian sudah pernah mencicipi ayam geprek ?! Nek ra tau kebangeten tenan. 😛 Ayam goreng krispi yang di geprek bersama dengan sambal bawang ini sedang menjadi trending topik di dunia kuliner Jogja setelah sempat dikuasai beberapa lama oleh bebek dan kalkun. Begitu banyak warung dan resto yang menyajikan menu ini, namun hanya satu yang membuat saya penasaran. Rasa pensaran ini bermula dari nama dan lokasi warung yang menurut saya tidak lazim untuk wisata kuliner.

AYAM-GEPREK-MBOK-MORO-1

Peta dunia perkulineran di Jogja sedikit berubah dengan keberadaan warung ajaib yang satu ini. Dengan lokasi yang sangat jauh dari pusat kota, warung ini tetap menjadi magnet bagi para penggemarnya. Bahkan ada salah satu pelanggannya yang berasal dari daerah Kalasan Jogja. *adoh-adoh dolan tekan Kasihan Bantul* Kenapa hal ini bisa terjadi ?, hanya si mbok dan Tuhan yang tau hahahahaha.. 😛 Ayam Geprek Mbok Moro memang baru satu tahun berdiri, tapi keberadaannya sudah menyita banyak pihak. *termasuk saya 🙂* Setiap kali saya melewati warung ini, *karena memang jadi rute saya bolak balik kantor* selalu saja ramai dikunjungi pelanggan setia yang siap menyantap ayam goreng dengan cara yang berbeda. Ketika pertama kali muncul warung ini hanya menempati sebuah tempat yang sangat kecil. Dengan cat warna merahnya warung ini berusaha eksis di dunia geprek menggeprek ayam.

Berkat doa dan keajaiban, warung ini sekarang sudah mempunyai tiga cabang dan akan menyusul cabang yang keempat dan kelima. *sangar tenan* Saya beritahu keajaiban yang pertama dari warung ini. Warungnya kecil tapi pelanggannya banyak. Setiap harinya cabang yang berada di daerah Jadan ini mampu menghabiskan kurang lebih 500 potong ayam. Dan akan tutup sebelum jam operasional mereka habis. *sadis* Keajaiban kedua adalah lokasi warung yang berada di area tusuk sate *sebagian orang berpendapat kalau lokasi seperti ini sangatlah merugikan* Tapi kenyataannya, hal ini sama sekali tidak berpengaruh dengan Ayam Geprek Mbok Moro. Walau penjual sate yang menempati area ini sebelumnya merasakan apa yang dirasakan sebagian besar orang ketika berjualan di area tusuk sate, yaitu sepi penjual. *geleng-geleng kepala*

Keajaiban ketiga adalah lokasi yang sangat jauh dari perkotaan. Eaters pasti biasa berkunjung ke daerah jakal atau gejayan atau bahkan seturan untuk berburu kuliner. Tapi pernahkah kalian berburu kuliner di daerah Jadan Tamantirto Kasihan Bantul ? Daerah mana itu ?! Saya yakin pasti kalian juga baru pertama kali mendengar daerah ini. *coba aja cari di peta pasti bingung* Dengan lokasi yang berada di pinggiran kota Jogja, omzet penjualan mereka tidak kalah dengan warung atau resto yang berada di pusat kota, bahkan lebih stabil dari warung-warung yang sama yang berada di kawasan kuliner kota Jogja. *gokil abiss* Keajaiban keempat adalah promosi yang mereka gunakan. Kenapa ? Karena tanpa menggunakan twiiter dan promosi yang gencar warung ini bisa menjadi besar seperti sekarang. Aneh kan.. Walaupun pada akhirnya mereka menggunakan dunia maya sebagai tempat menjalin silaturahmi dengan para pelanggannya. *website anyare apik mas 😛*

AYAM-GEPREK-MBOK-MORO-8

Sekarang kita bahas keajaiban dari menu masakan mereka. Ayam geprek yang mereka sajikan ini adalah ayam geprek biasa tanpa resep rahasia. Karena mereka benar-benar menyajikannya di depan mata kalian. There is no secret behind this Ayam Geprek. Lha wong pas takon sama si empunya beliau bersedia memberikan resepnya kepada saya *matur nuwun mas buat resepnya* 🙂 Cara berbisnis yang aneh, tapi ini benar-benar terjadi dan nyata. Mereka punya berbagai pilhan menu ayam geprek yang bisa eaters pilih. Ada ayam geprek saja, atau Paket Simbok yang berisi ayam geprek plus nasi dan segelas gentong es teh. Kalau kalian ga bisa minum teh kalian bisa pesan Paket Moro yang mengganti es teh dengan Cola yang juga menggunakan gelas gentong. Karena gelas yang mereka gunakan benar-benar gede banget man.. bisa buat kembung sebelum makan.

Oh iya.. jumlah cabai yang mereka berikan untuk menu ayam geprek bisa disesuikan dengan keinginan pelanggan. Mulai dari lombok satu sampai dengan 222 yang merupakan rekor cabai terbanyak sampai saat ini. Yeaahh.. beat that!! *nek aku ora wani mas.. ampunnnn* Nasinya juga bebas kalian ambil dari magic jar yang sudah tersedia. Karena semboyan mereka adalah “Sego Sak Wareg’e Lombok Sak Pedes’e” Sekedar informasi buat eaters kalau mereka membatasi penggunaan cabai untuk satu ayam hanya sampai 50 cabai. Karena mereka telah melakukan research kalau satu ayam lebih dari 50 cabai akan terasa pahit dan tidak enak untuk di makan. *keputusan yang sangat bijak* Jadi kalau kalian nanti pesan ayam geprek dengan 100 cabai berarti kalian harus menggunakan dua potong ayam.

Kalau kalian masih kurang ada pilihan menu kombo yang tentunya jauh lebih murah dari segi harga dan kantong mahasiswa. *lumayan juga nih buat saya* Untuk menu lengkapnya bisa lihat di bawah ya. Setiap hari jumat Ayam Geprek Mbok Moro mengadakan program untuk berbagi dengan sesama dan pembangunan masjid dengan menyumbangkan seluruh keuntungan yang mereka dapat di hari jumat. Itung-itung sambil makan ayam geprek kalian juga bisa bersedekah lho. Kenyang dapet pahala dapet.. alhamdulillah.. 🙂 Banyak hal yang saya dapatkan selama berkunjung ke warung ini. Mulai dari mencicipi ayam geprek yang nikmat gurih dan pedas, sampai bagaimana perjalanan ayam geprek ini berdiri hingga sekarang. Berbagai langkah unik dan semangat untuk memajukan perekonomian sekitar dengan membeli segala keperluan warung hingga mencari karyawan dari daerah sekitar warung. Tidak lupa pula untuk berbagi dengan sesama dan selalu berdoa dan berusaha. Rejeki pasti diberikan kepada manusia yang berusaha dan berikhtiar tiada henti. Berusaha, berbagi dan berdoa.. Itulah keajaiban yang saya dapatkan dari warung makan Ayam Geprek Mbok Moro. Good luck for the future ya mbok.. 🙂

Saya bukan pakar kuliner, saya hanya ingin berbagi informasi tentang dunia perkulineran di Jogja kepada eaters semua. Karena rasa adalah masalah personal dari lidah kalian masing-masing. Silahkan eaters coba dan buktikan sendiri. Jangan takut untuk datang dan mencicipi langsung ya.. Selamat mencicipi kawan eaters. Selamat berkuliner ria. Jangan lupa beri komentar kalian dibawah ya.. Selamat berjalan-jalan dan mencicipi kuliner khas Jogja lainnya. Salam kuliner 🙂

INFORMATION

Location
Ayam Geprek Mbok Moro “Sego Sak Wareg’e Lombok Sak Pedes’e”
1. Jadan Village number 13, Kasihan, Bantul Yogyakarta
2. Ambarbinangun number 5, Tamantirto, Yogyakarta
3. Dongkelan, Jl Bantul, Yogyakarta
Telp. 0857 8483 8000
Twitter : @Mbok_Moro
Website : www.mbokmoro.com/

Opening Hours
10:00 – 20:00 WIB / Sampai Habis

Price
Paket Simbok (Ayam geprek nasi + teh/jeruk) (10k)
Paket Moro (Ayam geprek nasi + cola) (11k)
Kombo 1 (Ayam dada/paha atas geprek + sayap + nasi + teh/jeruk) (13k)
Kombo 2 (Ayam dada/paha atas geprek + sayap + nasi + cola) (14k)
Ayam Geprek Nasi (8.5k)
Ayam Geprek (7.5k)
Ayam Goreng (6.5k)

MAP