Soto lagi nih.. semoga ga bosen cerita masalah soto. Soto memang makanan sejuta umat Indonesia. Jadi ga salah kalau setiap orang punya kegemaran mencicipi soto seperti saya. Kalau saya dulu pernah membahas tentang Soto Tamansari yang berada di daerah sonosewu, kali ini saya ingin bercerita tentang leluhur soto tersebut. Setelah saya baca literatur yang ada *gaya tenan mas’e* ternyata warung soto yang ada di sonosewu masih satu kerabat dengan Soto Pak Marto yang ada di Tamansari dan yang berada di Janti. *pantesan mirip*

SOTO-PAK-MARTO-3

SOTO-PAK-MARTO-4

Kalau kemaren saya cerita tentang cucunya, kali ini saya cerita tantang simbahnya, yaitu Soto Pak Marto Tamansari. Konon katanya warung soto ini adalah yang pertama dan yang utama dari beberapa soto pak marto kerabatnya. *masih menyelidiki kebenarannya* Menempati sebuah rumah yang agak sedikit nyempil, warung ini tidak pernah lepas dari perburuan para penggemar soto. Terlebih lagi bila masa liburan tiba. Jangan harap bisa mencicipi soto ini di atas jam makan siang. *kentekan sampeyan mas mbak*

SOTO-PAK-MARTO-1

SOTO-PAK-MARTO-2

Berlokasi di jalan S Parman dan berada hampir persis disamping kali *saya lupa nama kalinya* hampir setiap hari berjajar mobil dan motor yang ingin mencicipi soto yang punya ciri khas kuah bening dan beraliran soto daging sapi. Kalau eaters ingin mencicipi soto dengan lauk yang lengkap datanglah pagi-pagi, karena semakin siang kalian hanya bisa mencicipi soto sapi saja. Bahkan untuk jeroannya juga kadang-kadang sudah habis sebelum jam makan siang *seperti yang saya alami kemaren*

SOTO-PAK-MARTO-7

Saya datang ke tempat ini terbilang sudah telat, bahkan melebihi jam makan siang. Mujur juga saya siang itu, karena saya tidak kehabisan soto daging favorit orang Jogja ini. Entah apa faktor yang membuat orang berkerumun mencicipi soto daging yang satu ini. Beberapa orang bilang rasa sotonya biasa saja, tapi beberapa orang bilang rasanya enak sekali. Kalau saya boleh berkomentar sesuai lidah saya, soto ini punya citarasa tersendiri. Kuah beningnya tidak terlalu gurih, tapi begitu kalian tambah dengan kucuran jeruk dan sambal serta kecap yang berbeda daripada yang lain.

SOTO-PAK-MARTO-5

Ajaibb.. Rasa soto ini berubah menjadi lebih mantab daripada sebelumnya. Ternyata soto ini memang tidak bisa berdiri sendiri. Harus kalian tambahkan beberapa elemen pendukung supaya menghasilkan soto yang enak. Terakhir kali saya datang ke tempat ini harga sotonya masih delapan ribu, tapi sekarang sudah naik menjadi sembilan ribu per porsinya. Ada sedikit perbedaan dari ukuran porsi dengan yang ada di Sonosewu. Menurut saya porsi yang di Sonosewu sedikit lebih banyak daripada yang berada di Tamansari ini.

SOTO-PAK-MARTO-6

Cuaca siang yang panas saya ademkan dengan segelas Teh Panas *panas kok adem lho mas, kelainan tenan iki* 😀 Cocok nih.. Soto yang sedap dan teh yang nikmat. Sempurna makan siang saya hari itu. Saya bukan pakar kuliner, saya hanya ingin berbagi informasi tentang dunia perkulineran di Jogja kepada eaters semua. Karena rasa adalah masalah personal dari lidah kalian masing-masing. Silahkan eaters coba dan buktikan sendiri. Jangan takut untuk datang dan mencicipi langsung ya.. Selamat mencicipi kawan eaters. Selamat berkuliner ria. Jangan lupa beri komentar kalian dibawah ya.. Selamat berjalan-jalan dan mencicipi kuliner khas Jogja lainnya. Salam kuliner 🙂

INFORMATION

Location
Soto Pak Marto Tamansari
Jl. S Parman No. 44
Yogyakarta
Telp.-

Opening Hours
06:00 – Habis WIB

Price
Soto (9k)
Nasi (2k)
Babat (9k)
Iso (9k)
Lidah (9k)
Jantung (9k)
Ginjal (9k)
Teh (2k)
Kopi (2k)
Jeruk (2k)
Tape (2k)
Susu (3k)

MAP