Banyak anak muda di Jogja tidak begitu mengenal dengan makanan yang satu ini, tapi namanya sudah menjadi buah bibir di kalangan pencinta kuliner Indonesia. Kuliner yang berbahan dasar nasi merah ini memang lebih sering dikunjungi oleh orang-orang dari luar kota Jogja. Disaat musim libur panjang warung ini tidak pernah sepi pengunjung. Kalau kalian hobi jalan-jalan kuliner kalian kudu harus wajib mencicipi menu yang satu ini. Jangan lewatkan kesempatan ketika kalian berkunjung ke Jogja, luangkanlah waktu kalian untuk mampir dan mencicipi nasi merah ini, saya jamin kalian tidak akan menyesal.

LESEHAN-PARI-GOGO-8

LESEHAN-PARI-GOGO-9

LESEHAN-PARI-GOGO-11

Mungkin karena lokasinya yang cukup jauh membuat orang malas untuk datang, tapi tidak ada salahnya untuk meluangkan waktu sejenak mengajak keluarga berwisata ke Gunungkidul dan mampir di warung Lesehan Pari Gogo “Sego Abang Mbah Jirak”. Sebenarnya kalau kalian merasa jauh masih ada warung yang lebih dekat yaitu Sego Abang Lombok Ijo Mbah Wiji yang berada di Turi Sleman. Tapi Sego abang mbah Jirak ini ibaratnya leluhur di dunia sego abang, jadi kalian wajib untuk sowan dan berkunjung. hehe.. 😀

LESEHAN-PARI-GOGO-10

LESEHAN-PARI-GOGO-6

LESEHAN-PARI-GOGO-7

Setahu saya warung makan ini dulu bernama Sego Abang Mbah Jirak, tapi sekarang telah berubah nama menjadi Lesehan Pari Gogo. Seperti yang kalian tahu, lesehan memang menjadi ciri khas dari kota Jogja. Cara makan yang satu ini memang lebih banyak ditemukan di Jogja daripada di tempat lain. Sedangkan untuk pari gogo sendiri perasal dari bahasa jawa yang berarti padi gogo. Menurut literatur yang saya baca *semoga ga salah baca* padi gogo merupakan jenis padi tadah hujan yang notabene sangat cocok tumbuh di kawasan Gunungkidul yang terkenal gersang.

LESEHAN-PARI-GOGO-1

LESEHAN-PARI-GOGO-2

LESEHAN-PARI-GOGO-4

Masih menempati warung yang sama sejak dulu, Sego Abang Mbah Jirak kini telah bertransformasi menjadi warung yang lebih besar dan lebih rapi. Di dalam warung ini juga terdapat berbagai macam buah tangan yang bisa kalian jadikan oleh-oleh khas Gunungkidul. Salah satu makanan khasnya adalah walang goreng atau Belalang Goreng. Makanan berbahan dasar serangga bernama belalang ini cukup tenar dikalangan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Kuliner ekstrem ini punya citarasa yang unik dan menarik ketika kalian mencicipinya, tapi hati-hati buat kalian yang punya alergi ya, siap-siap bawa obat kalau mau makan walang goreng. 😀

LESEHAN-PARI-GOGO-21

LESEHAN-PARI-GOGO-20

Begitu saya masuk kedalam warung, saya langsung ditanya pesan makan untuk berapa orang. Jangan kaget kalau kalian tidak menemukan list daftar menu di warung ini. Karena semua jenis makanan yang ada akan dikeluarkan begitu kalian datang. Sebenarnya hampir mirip seperti warung padang. Kalian cukup datang dan pesan untuk berapa orang kemudian tunggu sebentar.. tadaaa…. pesanan kalian sudah datang dalam hitungan menit *sepuluh menitan sih sakjane, nek ora rame lho yo*

LESEHAN-PARI-GOGO-19

LESEHAN-PARI-GOGO-18

Oh iya saya lupa, untuk minumannya kalian juga bisa langsung memesan mau panas atau dingin. Setahu saya minuman di warung ini hanya ada teh dan jeruk tapi mungkin juga ada kopi. *karena kemaren ga ada yang pesan kopi* Coba tanya saja untuk lebih detailnya. Tapi yang pasti setiap minuman di warung ini disajikan dengan gula batu *by default*, kalau kalian ingin gula pasir bisa langsung request aja langsung. Rasa gula batu memang berbeda dengan gula pasir, manisnya lebih yummy daripada gula pasir *selera saya inih*

LESEHAN-PARI-GOGO-16

LESEHAN-PARI-GOGO-17

Balik lagi ke menu utama kita. Setelah kalian memesan makanan untuk jumlah orang yang kalian minta, pelayan akan memberikan beberapa menu langsung di tempat duduk kalian. Ada sayur daun pepaya *kates klo bahasa jawanya*, ada empal goreng, ada sayur lombok ijo, ada wader goreng, ada trancam , sego abang dan ayam kampung goreng. Saya sarankan untuk menghabiskan semua menu yang ada, tapi kalau kalian merasa tidak habis mending tidak usah dimakan atau kalian akan tetap dikenai tarif satu piring. Intinya adalah kalau kalian habis setangah atau satu kalian akan tetap dikenai harga full. Jadi biar ga mubasir mending sikat habis aja ya.. hehe..

LESEHAN-PARI-GOGO-15

LESEHAN-PARI-GOGO-14

Perpaduan nasi merah dan semua menu tambahan dia atas memang sangat khas. Sepertinya setiap menu yang ada saling melengkapi satu sama lain. Nasi merah dan sayur lombok ijonya benar-benar mantab, ditambah empal goreng dan sayur daun pepayanya. Untuk trancamnya bisa kalian nikmati tersendiri dan tidak mengurangi citarasa dari trancam itu sendiri. Kalau saya boleh meminjam istilah dari pak bondan saya akan bilang maknyus untuk Sego Abang Mbah Jirak ini. Rasanya tiada duanya, benar-benar kuliner otentik khas Gunungkidul. *sangat-sangat saya rekomendasikan*

LESEHAN-PARI-GOGO-13

LESEHAN-PARI-GOGO-12

Untuk harganya memang terbilang lumayan mahal tapi itu sebanding dengan rasa yang bisa kalian nikmati. Kemaren saya dan beberapa teman saya menghabiskan semua menu kecuali ayam gorengnya, dan kami sempat nambah satu cething nasi merahnya. Semuanya dengan total kurang lebih 120 ribu. Jadi kurang lebih 30 ribu per orang kalian bisa menikmati makanan khas Gunungkidul ini. Jangan takut untuk datang dan mencicipi langsung ya.. Selamat mencicipi kawan eaters. Selamat berkuliner ria. Jangan lupa beri komentar kalian dibawah ya.. Selamat berjalan-jalan dan mencicipi kuliner khas Jogja lainnya. Salam kuliner 🙂

INFORMATION

Location
Lesehan Pari Gogo “Sego Abang Mbah Jirak”
Jl. Wonosari – Semanu , Gunungkidul (Barat Jembatan Jirak)
Telp. +62 817 944 3081

Opening Hours
06:00 – 16:00 WIB

Price
4 Orang (120k) *

*kurang lebih

MAP