Perburuan saya tentang dunia kuliner di Jogja tidak akan pernah berakhir. Selama masih ada warung makan yang baru, saya akan terus membagi informasinya dengan sobat eaters semua. *wuiihhh mantab benerrrr…* 😛 Target saya kali ini adalah warung lesehan yang berada di jalan Taman Siswa. Selain karena jalan ini merupakan jalan utama di Jogja, hadirnya kampus UII dan beberapa kampus lainnya membuat jalan ini menjadi salah satu pusat kuliner di Jogja.

LESEHAN-MAS-DINAR-1

Rasa penasaran saya bermula ketika saya sering mengunjungi Bakmi Jawa Pak Kumis yang berada di Taman Siswa. Lesehan Mas Dinar ini berada persis bersebelahan dengan warung bakmi jawa tersebut. Setiap kali saya membeli bakmi jawa, saya melihat warung ini tidak pernah sepi pembeli, mulai dari mahasiswa, orang kantoran hingga keluarga mampir di lesehan ini.

LESEHAN-MAS-DINAR-2

Walau lesehan ini tidak terlalu besar, tapi mampu menampung puluhan orang dalam satu tempat. Yang menurut saya khas dari Lesehan Mas Dinar adalah cara membakarnya yang bisa bikin orang berpaling setiap melewati jalan Taman Siswa. Tungku bakar yang sangat panjang dan besar membuat efek dramatis setiap kali mas Dinar membakar ikan. Asapnya membumbung tinggi, dan aroma bebakarannya membuat orang penasaran, termasuk saya.

LESEHAN-MAS-DINAR-6

Karena penasaran, kali ini saya lewatkan bakmi jawa dan mencoba untuk mencicipi ikan bakar yang ada di Lesehan Mas Dinar. Malam itu saya memesan Lele Bakar dan Nila Bakar. Waktu yang dibutuhkan untuk menunggu hingga menu saya datang memang agak sedikit lama dari kebanyakan warung lesehan yang lain. Setelah kurang lebih 30 menit akhirnya menu Nila bakar saya datang juga, disusul dengan Lele Bakarnya beberapa menit berselang.

LESEHAN-MAS-DINAR-10

Yuk kita bahas Nila Bakarnya terlebih dahulu. Untuk Satu porsi ikan nila bakar, porsi di lesehan mas Dinar ini terbilang cukup besar. Teksturnya lembut dan secara penampilan memang agak sedikit gelap. Sekarang saya tahu kenapa dibutuhkan waktu yang cukup lama hingga menu saya datang, karena baik ikan nila maupun lelenya tidak digoreng terlebih dahulu, tapi langsung dibakar. Hal inilah yang membuat tekstur dagingnya menjadi lembut dan rasanya menjadi nikmat. *menurut saya lebih enak yang seperti ini nih*

LESEHAN-MAS-DINAR-8

Sama seperti nila bakar, Lele bakarnya juga mempunyai porsi ukuran yang lumayan besar. Teksur dagingnya juga lembut. Bumbu olesan untuk membakarnya juga enak nih, ada nuansa rempah-rempah yang bercampur dengan kecap. Walau sepintas saya lebih mengenali rasa kecapnya daripada rempah-rempahnya. Satu lagi yang saya suka dari lesehan ini adalah sambalnya. Setiap porsi yang disajikan diberikan dua jenis sambal yang dua-duanya mantab rasanya. Sambal bawangnya nampol pedesnya.. mantab gilaaaa…!!

LESEHAN-MAS-DINAR-4

LESEHAN-MAS-DINAR-5

Sebagai penutup makan malam saya, saya memesan Jeruk Panas dan Teh Panas. Rasa dari kedua minuman ini tidak ada yang spesial, karena mirip dengan warung lesehan yang lain. Memang untuk minuman di lesehan mas Dinar ini tidak terlalu banyak pilihannya jadi saya memesan menu itu saja. 😀 Jangan takut untuk datang dan mencicipi langsung ya.. Selamat mencicipi kawan eaters. Selamat berkuliner ria. Jangan lupa beri komentar kalian dibawah ya.. Selamat berjalan-jalan dan mencicipi kuliner khas Jogja lainnya. Salam kuliner 🙂

INFORMATION

Location
Lesehan Mas Dinar
Jl. Taman Siswa No. 155 Yogyakarta
Telp. 085729157595

Opening Hours
18:00 – 23:00 WIB

Price
Nila Bakar (11k)*
Lele Bakar (10k)*
Teh Panas (2k)
Jeruk Panas (2k)
*Kalau tidak salah ingat

MAP