Sesiang yang panas itu, saya belum makan. Laparnya sudah menyerang dari tadi, cuma musti sabar menunggu ajakan teman untuk menyantap menu makan siang yang beda. Ya..beda banget, karena saya harus membelah kota Jogja menuju tempat makan yang dituju. Dari rumah saya menuju Jalan Kaliurang itu butuh perjuangan. Hari Minggu, lalu lintas padat karena liburan dan udara yang panas. Eh, gak ding..AC mobil lumayan dingin kok..hihi.. Tujuan saya adalah sate kelinci. Sebenarnya saya agak kasihan dengan hewan lucu berbulu itu, sayang.. ๐Ÿ™ Tapi ya sudahlah, orang manusia itu diciptakan Tuhan menjadi omnivora, jadi musti tega menyantap daging kelinci gendut yang menggemaskan..haha..

Sampailah saya di Warung Sate Kelinci Pak Jimsan, di Jalan Kaliurang Km 19. Warungnya memang agak masuk, kira-kira 10 meter dari jalan utama. Sebenarnya ada tulisannya, cuma saya sering kelewatan karena pas tanjakan, jadi musti balik lagi. Tapi itulah seninya mencoba makanan enak di luar jangkauan.. ๐Ÿ˜›

Warung Sate Kelinci Pak Jimsan ini unik. Berdinding bambu yang sederhana dengan interior serba kayu. Saya suka dengan warna serba coklat. Dari luar tampak beberapa lampion berpadu dengan beberapa hiasan bambu yang njawani. Pinginnya sih bauran antara Jawa dan China, tapi jadi keliatan aneh saja. Tapi sedikit banyak aksen itu memperindah warung yang sederhana.

Menu yang ditawarkan adalah sate, tongseng dan gule. Off course, semuanya berbahan daging kelinci. Saya pilih Sate Kelinci. Sate berukuran sedang ini disajikan dalam piring yang tak terlalu besar sebanyak 5 tusuk, lengkap dengan lalapan. Karena piringnya kecil, jadi bumbunya juga sedikit. Nasinya juga sedang, jadi untuk perut berkapasitas besar silakan nambah. Soal rasa, saya bilang biasa, sebab bumbunya tidak meresap di daging. Belum lagi pembakarannya tidak sempurna, jadi dagingnya setengah matang.

Menu lain adalah Tongseng Kelinci. Karena ini direbus, jadi dagingnya empuk dan bumbunya meresap. Pedesnya lumayan, tapi kalo yang hobi pedas masih perlu ditambah merica bubuk dan cabe. Porsinya juga cukup lah untuk mengisi perut di siang hari alias pas-pasan.

Daging kelinci ditengarai mampu menurunkan kolesterol dan penyakit jantung. Nah, menu ini bisa direkomendasikan untuk mereka yang penyakit jantung atau kolesterol tinggi. Mmm…maaf ya Bunny, saya terpaksa menyantapmu.. ๐Ÿ™

Makan siang yang panas bertambah panas dengan Wedang Uwuh dan Teh Rosella. Saya sengaja memilih minuman itu untuk mengurangi rasa pedas di lidah. Wedang Uwuh khas dengan daun cengkeh dan Jahe serta semburan merah dari secang ditambah gula batu yang manis.

Kalo Teh Rosella ini rasanya asam. Jadi bisa mengurangi eneg setelah mengkonsumsi daging. Teh Rosella terbuat dari kelopak bunga Rosella yang mengandung vitamin C, vitamin A, dan asam amino. Karena Rosella memiliki zat arginin dan legnin, maka dapat membantu proses peremajaan sel tubuh. Jadi tidak salah ni saya memilih minuman herbal itu.

So..silakan dicoba ya Eaters..!! Menu dari daging kelinci yang memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Kalo Eaters pas jalan ke daerah Kaliurang dan pas lapar juga, boleh tu mampir ke Sate Kelinci Pak Jimsan. Tempatnya nyaman dan parkirnya luas. Jadi jangan kuatir jalan jauh gara-gara parkir kendaraannya susah. Eh, satu lagi, yang pasti harganya pas di kantong.. ๐Ÿ˜€

[divider]

Location
Sate Kelinci Pak Jimsan
Jalan Kaliurang Km 19, Pakembinangun, Sleman.
Telp. 081903763609, 0817260424

Opening Hour
10:00 – Habis WIB

Price
Sate (14K)
Tongseng (10K)
Teh Rosella (3K)
Wedang Uwuh (3K)

[divider]