Kampung kauman ini boleh dibilang merupakan kampung santri, karena dihuni oleh para alim ulama. Mereka yang tinggal di sini adalah abdi dalem kraton Jogjakarta bidang agama. Kampung kauman memang tidak terlalu luas, hanya di sekitar masjid Gedhe Kraton Jogjakarta. Kampung ini memang sangat khas, yaitu jarak rumah yang sempit dan lorong-lorong kecil di tengahnya.

Seperti halnya yang dilakukan warga kampung Kauman, Gondomanan, Jogjakarta. Lebih dari 30 tahun lalu, mereka menggelar pasar jajanan buka puasa. Memang, masyarakat Kauman tidak lepas dari nuansa agama. Tapi, ada keunikan yang patut diketahui, bahwa kaum perempuan, istri para alim ulama kraton yang tinggal di kampung ini memiliki keahlian memasak. Mereka ini bisa menciptakan menu yang lezat.

Pada saat ramadhan tiba, mereka pun mencoba menjajakan masakan mereka untuk warga kauman lainnya. Dari kebiasaan inilah muncul sebuah tradisi menjual jajanan buka puasa.

Di lorong ini lah warga kauman menjual masakan untuk buka puasa. Seiring perkembangan waktu, tak hanya warga kauman saja yang berjualan.

Banyak makanan yang tersaji, masakan khas yang hanya ada di bulan ramadhan seperti kicak pun tersedia. Aneka minuman segar sebagai pembuka puasa tampak menggunggah selera. Juga aneka lauk yang lezat dijajakan di sini.

Saking banyaknya orang yang wara-wiri di lorong ini, jadi berdesak-desakan. Kondisi seperti ini memang membuat tidak nyaman pengunjung. Apa lagi, masih ada para peminta-minta di pintu masuk kawasan pasar sore ramadhan. Meski tak mengganggu, namun mengurangi keindahan suasana. Terus, tidak tersedianya tempat parkir membuat jalan KHA Dahlan menjadi semakin macet dan semrawut.

So Eaters, penasaran berdesak-desakan di sini..? Buruan gih ke Pasar Sore Ramadhan Kauman. Tapi nggak boleh cari kesempatan dalam kesempitan ya..hehehe.. Selamat berburu..!

[divider]