Ramadhan pun tak hanya menjadi ajang memperkaya amalan akherat saja, tak sedikit mereka yang menanti berkah dengan kegiatan ekonomi. Seperti membuat jajanan dan makanan untuk buka puasa. Trend menyelenggarakan kampung ramadhan dengan berbagai kegiatan pun semakin merebak. Seperti halnya Kampung Ramadhan Nitikan yang dikenal dengan Jalur Gaza, singkatan dari Jajanan, Lauk, Sayur, Gubuk Ashar Zerba Ada….

Kegiatan ekonomi di Jalur Gaza ini dilaksanakan selama bulan ramadhan. Gubuk-gubuk ini dibangun sebagai tempat berjualan, dan aneka menu makanan serta minuman digelar.

Sepanjang Jalan Nitikan Tegalturi, kurang lebih 400 meter, trotoar di kiri kanan jalan dipenuhi pedagang. Setiap sore selepas ashar, para pedagang mulai menggelar dagangannya. Dari timur ke barat, isinya makanan semua. Nelan ludah deh kalo lewat sini, saat bedug maghrib masih 2 jam lagi..hehehe..

Jalur Gaza ada sejak tahun 2009, jadi tahun ini sudah tahun keempat. Warga berjualan di gubuk yang telah disediakan oleh panitia. Mereka ini mendaftar dan membayar infak setiap hari, hasilnya lumayan lah untuk menambah pemasukan sehari-hari. Syukur banget bisa buat bekal lebaran nanti.

Kampung Ramadhan Nitikan punya menu tradisional khas, yaitu pepes. Aneka makanan dan minuman, dari yang tradisional sampai yang modern. Kudapan dan camilan yang pas untuk membatalkan puasa. Semua ada, dan harga jual cocok dengan ukuran kantong Eaters.

Tapi, ada hal yang perlu dicermati dari pasar ramadhan Jalur Gaza Nitikan ini. Karena memanfaatkan trotoar dan jalan raya, pemandangan macet dan semrawut menjadi hal yang tidak indah. Jadi musti hati-hati saat berburu menu buka di sini. Salah-salah keserempet kendaraan yang lalu lalang. So Eaters, mumpung masih ada waktu, silakan berburu di Jalur Gaza Nitikan. Nggak perlu bawa senjata, cukup bawa uang dan tas, dijamin kenyang deehh..

[divider]