[dropcap]Malam[/dropcap] itu saya diundang makan malam oleh teman saya, kebetulan lokasinya tak jauh dari rumah, di seputaran Jalan Parangtritis. Dan saya pun dikenalkan dengan sosok yang bersahaja, namanya Pak Murlidi. Katanya, dia ini yang punya warung bakmi jawa terkenal. Mmm..masa sih? Saya mengerut dahi tidak yakin. Akhirnya laki-laki enam dasa warsa ini pun angkat bicara. “Oo..ini to Mas Danang, yang hobi makan bakmi?” katanya lalu menjabat tangan saya. saya mengangguk, “Iya Pak, saya suka, tapi belum hobi, hehehe.”

Pak Murlidi duduk di samping saya, lalu bercerita tentang Warung Bakmi Djawa 2 Djaman miliknya ini. Bakmi Djawa 2 Djaman? Hmm..jaman apa aja ya? Ternyata maksud dari 2 Djaman itu, bisa dinikmati setelah dua jam menunggu. Hahaha.. Pak Murlidi bisa aja.. Tapi memang benar, setelah menunggu 2 jam, saya baru bisa menikmati lezatnya bakmi godhog ala Mbah Mo. Saat ini, usaha franchise berlabel Bakmi Djawa 2 Djaman yang dikelola Pak Murlidi ini telah meraup omzet milyaran rupiah. Harga yang pantas untuk usaha yang sangat keras.

Menekuni dunia kuliner sejak tahun 1970-an. Saat itu ia masih ‘ngenger’ di warung Bakmi Jawa Mbah Rebo di Kintelan. Dari sinilah muncul keinginannya untuk bisa mnjadi juragan bakmi Jawa. Impiannya dituliskan dalam secarik kertas dan ditempelkan di dinding bambu rumah sebagai pengingat: “Sesuk aku kudu iso dadi Juragan Bakmi.” Pak Murlidi awalnya hanya bertugas mencuci piring dan gelas. Setahun kemudian ia dipercaya menjadi tukang masak, hingga akhirnya, ia pun dinikahkan dengan anak angkat Mbah Rebo.[pullquote_right]Sesuk aku kudu iso dadi Juragan Bakmi[/pullquote_right]

Saat berjuang

Murlidi lahir pada tahun 1951, tepatnya tanggal 8 Juli. Awalnya ia tak mengira bisa menjadi seorang bos Bakmi Djawa. Lahir di keluarga yang boleh dibilang tak berkecukupan. Sejak kelas 5 SD, Murlidi kecil sudah mandiri. Ia tak malu menjadi pengasong alat rumah tangga. Di kawasan Malioboro ia menjajakan sapu dan kemoceng, lalu ia juga menjajakan minuman tradisional, wedang setup kepada kusir andong dan tukang becak yang mangkal di Pasar beringharjo. Saat beranjak dewasa, Murlidi pernah menjadi kernet dan sopir angkutan. Karena dilarang orang tuanya menjadi sopir angkutan, ia pun beralih menjadi sopir pribadi seorang pengusaha. Dari sini lah ia akrab dengan dunia kuliner.

Saat mertuanya, Mbah Mo, mengalami PHK, Murlidi berinisiatif untuk membuka Warung Bakmi Djawa di kampungnya di desa Code, Bantul tahun 1986. Iapun ijin pada Mbah Rebo untuk mandiri. Banyak yang pesimistis dengan niat Murlidi, mengingat tempat tinggal Mbah Mo ini jauh dari keramaian dan berada di pelosok desa. Berkat kegigihannya, akhirnya Warung Bakmi Mbah Mo menjadi terkenal hingga sekarang.

[pullquote_left] Semakin sering kita membagikan ilmu dan pengalaman, semakin banyak kita bertemu orang, semakin banyak hal yang kita dapat. Dan semua itu tidak membuat kita miskin, tetapi akan membuat kita semakin kaya[/pullquote_left]

Menjadi Motivator

Bertemu dengan pemilik Primagama Grup tahun 1998, pengalaman hidup Murlidi bertambah. Meski hanya mengantongi ijazah Sekolah Dasar, namun laki-laki sederhana ini sekarang dikenal orang sebagai motivator bagi Enterpreneur Muda Indonesia.

Berpegang pada pengalamannya mengelola Warung Bakmi Mbah Mo dengan keunikan pemasarannya inilah, Murlidi membagikan ilmunya kepada mereka yang akan menekuni bisnis. Berbagai perusahaan besar seperti Panasonic, Astra, Semen Gresik dan PLN Paiton sering mengundangnya untuk memberikan motivasi bagi karyawannya. Baginya, “Semakin sering kita membagikan ilmu dan pengalaman, semakin banyak kita bertemu orang, semakin banyak hal yang kita dapat. Dan semua itu tidak membuat kita miskin, tetapi akan membuat kita semakin kaya.” Tak heran, saat ini banyak anak-anak muda dan orang-orang kreatif bisnis yang belajar padanya.

Murlidi tak pernah memberikan mimpi saat memotivasi orang-orang. Ia lebih menekankan pada Manajemen Resiko daripada estimasi keuntungan. Hal ini mengajarkan, bahwa dalam menjalankan bisnis, pebisnis tidak boleh hanya mengejar keuntungan semata, sehingga lupa resiko yang setiap saat bisa muncul di tengah perjalanan usaha. “Bisnis itu bisa untung, bisa juga rugi. Tergantung cara mengelolanya, kalau bener ya untung, kalo nggak bener ya jelas rugi.”[pullquote_right]Bisnis itu bisa untung, bisa juga rugi. Tergantung cara mengelolany, kalau bener ya untung, kalo nggak bener ya jelas rugi[/pullquote_right]

Bersyukur dan Bersedekah

Tahun 2000 Murlidi pensiun sebagai sopir di BKKBN. Ia pun semakin serius menjalankan bisnis kuliner Bakmi Djawa Mbah Mo. Bahkan sejak Mbah Mo meninggal tahun 2000, ia pun lebih dikenal dengan panggilan Mbah Mo. Tidak jelas mengapa nama Mbah Mo tiba-tiba menclok begitu saja. Lalu ia mengembangkan Bisnis franchise Bakmi Djawa 2 Djaman. Bisnis ini telah tersebar di mana-mana. Boleh dibilang, Murlidi telah mandi uang. Tapi penampilan dan kesehariannya jauh dari kesan wah. Ke mana-mana ia hanya mengendarai sepeda motor, meski ia bisa membeli mobil mewah.

[pullquote_left]Dalam berbisnis, janganlah melupakan Tuhan! Apapun yang diberikan Tuhan, berapa pun jumlahnya, harus disyukuri[/pullquote_left]Tapi inilah kebahagiaannya. Laki-laki yang sederhana dan sangat dekat dengan keluarganya itu tak pernah lepas dari Tuhan. Prinsipnya adalah ‘Dalam berbisnis, janganlah melupakan Tuhan! Apapun yang diberikan Tuhan, berapa pun jumlahnya, harus disyukuri.’ Satu hal yang ia pesankan pada saya; “Apapun pekerjaan yang digeluti, cintailah! Karena dengan mencintai pekerjaan, kita bisa lebih bersyukur. Dan yang paling penting adalah perbanyaklah sedekah.” Ya..kadang manusia lupa bersyukur dan bersedekah.

Ada pelajaran yang bisa saya petik, bahwa segala sesuatu pasti beresiko. Kalau sudah yakin dengan resiko, kita juga semakin yakin dengan kerja keras. Karena mimpi itu bisa terwujud dengan kerja keras, bukan keajaiban yang turun dari langit. Bersyukur dan bersedekah. Hmm…semoga saya bisa mengimbanginya. Makasih Mbah Mo… [quote] Apapun pekerjaan yang digeluti, cintailah! Karena dengan mencintai pekerjaan, kita bisa lebih bersyukur. Dan yang paling penting adalah perbanyaklah sedekah[/quote]