Siapa yang belum pernah ke Kota Gede sama halnya belum bisa dikatakan pernah mengunjungi Jogjakarta. Kenapa begitu, karena disana selain kita dapat menikmati wisata belaja perak kita disana juga dapat menikmati wisata masa lalu. Disana kita akan melihat pasar tradisional, pertokoan – pertokoan yang mempertahankan konstruksi tempo dulu dan tentu saja disana kita dapat melihat keeksotisan makam raja dan masjid mataram yang masih dihiasi dengan arsitektur ala mataram hindu.

 

 

Di Kota Gede ini juga terdapat pasar tradisional yang terkenal dengan nama pasar legi. Pasar yang dinamai menurut nama pasaran jawa ini memang beroperasi di hari pasaran tertentu yaitu pasaran legi. Disana kita akan menemui kuliner beragam. Jajan pasar dan juga makanan masa kecil yang membuat kita klagenan dengan masa lalu.

Dari pasar legi berjalan ke selatan kita akan menemui Makam Raja dan Masjid Mataram. Dari pelataran masuk di kiri jalan kita akan disambut dengan pendopo besar. Disana siapapun boleh duduk dan bersantai bahakan tidur disana. Di belakang pendopo ini kita akan menemukan sebuah warung yang mirip angkringan, disana tersaji rames, mie rebus dan goreng, aneka gorengan dan minuman dan satu lagi yang khas dari Jogja, yaitu wedang uwuh. Menurut info yang saya dapat dari pengujung yang bersantai di pendopo ini, wedang uwuh sendiri awalnya berasal dari Imogiri tapi kemudian banyak orang di jogja membuat wedang uwuh yang sama.

 

 

Meskipun wedang uwuh di makan raja mataram ini bukan pedagang yang merupakan pionir pembuatnya, namun warung ini sangat terkenal karena merupakan satu-satunya pedangang yang lokasinya ada di belakang pendopo pelataran makan raja dan masjid mataram. Lokasinya yang eksotis membuat pengunjung yang datang kesini pasti menyempatkan diri untuk mencicipi minuman satu ini.

 

Wedang uwuh

Wedang Apa sih Wedang Uwuh itu? Menurut keterangan dari penjualnya beliau bercerita bahwa Wedang uwuh adalah  minuman tradisional warisan leluhur yang menyehatkan. “Wedang” dalam bahasa Jawa artinya minuman. “Uwuh” dalam bahasa Jawa bermakna “sampah”. Sampah yang dimaksud adalah sampah dedaunan organik. Tapi ini hanya istilah saja, jadi bukan benar-benar “Minuman Sampah”. Tapi minuman yang luar biasa khasiatnya, dan rasanya juga nikmat. Wedang Uwuh adalah minuman tradisional khas dari desa Imogiri, Yogyakarta yang diramu dan dipilih dari bahan-bahan terbaik yang bermanfaat bagi kesehatan tapi rasanya enak, seperti minuman jahe atau secang, tapi lebih nikmat lagi dan aromanya harum. Wedang Uwuh ini juga memiliki sejumlah khasiat seperti :

  1. Menurunkan kolesterol
  2. Sebagai Anti Oksidan
  3. Menyegarkan badan
  4. Menghilangan pegal dan capek-capek
  5. Melancarkan aliran darah
  6. Menyembuhkan dan mencegah masuk angin
  7. Menghangatkan badan

 

 

Bahan baku wedang uwuh antara lain: daun cengkeh, kayu manis, daun pala, jahe, kayu secang, serta racikan bahan-bahan alami lainnya yang berkhasiat untuk kesehatan dan kebugaran badan.

 

Mendengar informasi dari pedagannya saya langsung tidak sabar untuk memesan dan menikmati sensasi rasa dan khasiatnya. Setelah pesanannya datang, disajikan dalam gelas besar kaca dan disediakan sedok teh panjang sehingga kita dapat memisahkan rempah yang larut dan menikmati airnya. Secara warna wedang uwuh ini berwarna merah mirip warna sirup, tetapi tentu saja punya cita rasa yang sangat berbeda dengan sirup yang manis. Wedang uwuh memiliki rasa yang sangat kaya.

 

 

Rasa manis, pedas, asam dan sedikit getir dan penyajiannya yang hangat memang membuat minuman ini sangat pas menjadi teman duduk bersila di pendopo cantik ini sambil menghabiskan waktu menjelang fajar terbit. Dengan Harga 2500 per gelasnya tentu saja bukan harga yang mahal untuk sebuah minuman khas yang juga memiliki khasiat kesehatan yang sangat banyak ini.

[divider]