Berjalan dari pusat kota Jogjakarta, dari arah ambarukmo plasa lalu berbelok ke utara sekitar 500 meter kita akan memasuki kawasan Demangan. Jangan heran apabila sedang berada disini kemudian melihat sekelompok orang eropa dan Asia timur disini, karena selain di daerah ini di padati oleh kawasan wisata belanja distro di jalan cendrawasih, disini terdapat hotal bintang lima yaitu hotel Jayakarta, dua kampus ternama yaitu Atmajaya dan Sanata Dharma dan juga wisma bahasa. Somalia . Sehingga banyak sekali orang yang datang dari beberapa Negara dan daerah untuk belajar bahasa Indonesia disini.

 

Melewati jalan cendrawasih terlihat berjejeran distro-distro yang membuat kita tergoda untuk mampir dan belanja. Setelah lelah berjalan dan berbelanja, muncul inisiatif saya untuk mencicipi kuliner di daerah demangan karena didaerah ini punya banyak pilihan makanan local dan oriental, berbeda dengan di bagian selatan Jogja tempat saya tinggal yang dipadati dengan kuliner eropa.

Setelah berputar dari arah kampus sanata dharma, saya menemukan rumah makan dengan sign name yang cukup membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama, mengapa demikian? Karena donal bebek tiba-tiba muncul disana,hehe. Yak, pilihan saya jatuh pada rumah makan “Bebek Benggong”

Kesan pertama saya datang ketempat ini, warung ini bersih, memiliki selera interior yang baik meskipun ruangnya terbilang cukup sempit, dan juga keramahan pelayanan yang sunggguh membuat saya ingin cepat-cepat memesan makanan dan berlama-lama di rumah makan ini.

 

Begitu saya memasuki rumah makan ini, seorang wanita cantik yang juga salah seorang pemilik warung ini mendatangi saya dan membawakan menu. Disela-sela waktu saya melihat menu dan menimbang-nimbang ingin memesan menu apa. Mbak Uut bercerita bahwa awalnya dirinya dan rekannya mengawali bisnisnya di sekitar Jec, melihat lokasi di daerah mrican-demangan yang strategis ini dirinya tertarik untuk memiliki gerai disini. Meskipun belum lama memiliki gerai di daerah demangan ini, tapi dirinya bercerita bahwa rumah makan ini sudah memiliki pelanggan tetap yang setia datang ke rumah makan ini.

Dihalaman pertama menu, mereka menuliskan rahasia masakan mereka sebagai berikut :

1. bahan berkualitas dan higienies dimasak dalam 3 tahap sehingga bumbu lebih meresap serta memiliki tekstur yang empuk

2. menggunakan 13 macam bumbu dan rempah rahasia tanpa vetsin, enak, gurih dan tidak amis

3. yang menarik saat pengolahan digunakan nanas untuk mengurangi lemak dan kolesterol dalam daging. Nanas mengandung enzim bromelain sebagi emulgator lemak sehingga mampu melarutkan minyak

4.agar tampilan lebih menarik disajikan dengan kuah kaldu berwarna kuning dengan rasa gurih plus taburan kremesan serta lalapan yang segar

5.sambal korek yang super pedas, sambal pencit (sambal dengan terasi mutu terbaik ditambah irisan mangga dengan rasa asam pedas dan sambal mentah segar serta sambal special lainnya dan satu2nya di jogja. benar-benar menggugah selera.

Kalau saya boleh berkomentar, setelah membaca halaman pertama menu tersebut saya boleh yakin kalo bebek disini memang enak sampe bikin benggong, seperti namanya.

 

Saat saya melihat ke menu utama, saya melihat ada pilihan menu :

  1. Goreng Kremes
  2. Goreng Penyet
  3. Bakar bumbu bacem
  4. goreng/bakar rica-rica
  5. goreng bali
  6. goreng lombok ijo
  7. sate
  8. goreng / bakar sambal rawit

Di warung ini ada dua varian daging yaitu ayam dan bebek. Untuk proses masakannya kita tinggal pilih akan dimasak apa. Cukup menarik untuk rumah makan local, karena metode penawarn seperti ini umumnya saya temui di restoran eropa. Untuk varian menu diatas kita hanya perlu mengeluarkan 14.000-17.000 rupiah per porsi, harga yang cukup murah bukan?

Disamping menu utama diatas masih ada pilihan aneka sambal seperti  sambal korek, matah, pencit, terasi dan salsa . harga per porsinya kita hanya perlu mengeluarkan 2000 rupiah. Dan kemudian masih ada menu sayuran, minuman dan fruit juice  yang dijual 6000 -7000 rupiah per gelasnya.

 

Tanpa berpikir panjang akhirnya saya memesan menu bebek goreng sambal rawit. Apakah itu rawit? Rawit itu adalah cabe yang yang kecil dan rasanya seperti dijiwit (dicubit) apabila terlalu banyak mengkonsumsi. Pelayanan disini terbilang cepat, karena setelah memesan menu tersebut, pesanan saya tersaji dalam waktu 10 menit.

Setelah menu pesanan saya datang, saya boleh terpesona karena garnishnya adalah buah petai dan potongan cabe rawit. Daging bebek yang terlihat hitam awalnya sempat membuat saya sedikit ilfeel dan negative thinking duluan soal rasanya. Lalu saya amati ada kuah kaldu yang mirip dengan kuah opor dan juga kremesan, menurut saya ini menarik. Secara penyajian ini adalah kali pertama saya melihat penyajian seperti ini di jogja.

 

Penasaran dengan rasanya, saya memotong perlahan-lahan daging bebeknya yang terlihat hitam legam ini. Dengan siraman kuah opor yang dikolaborasikan dengan sambal rawit and kremesan. Sumpah pemirsa, rasanya juara satu. Cita rasa yang dihasilkan memang sangat khas. Di dagingnya kita dapat merasakan rasa bumbu rempah-rempah yang cukup kuat, kemudian di sambal rawitnya sendiri selain pedas yang membuat kita serasa dijiwit tapi juga ada rasa manis dari kecap manis.

Kemudian kuah kaldu, ini menurut saya menarik sekali, karena kalau kita tidak pernah makan di rumah makan ini pasti kita tidak akan pernah nggeh kalau bebek goreng pun sangat cocok apabila disiram dengan kuah kaldu. Meskipun ini disebut kuah kaldu oleh mbak Uut, tapi saya pikir ini lebih cocok apabila disebut kuah opor.

Dengan kuah yang diberi santan dan rasa yang gurih, kuah kaldu ini benar-benar tepat disiramkan diatas bebek goreng yang pedas dan manis ini. Dan jangan lupa, masih ada kremesan dan lalapan yang membuat makan sore ini jadi luar biasa sempurna. Nambah nasi satu porsi lagi dan es jeruk manis. Cukup membayar 17.000 rupiah untuk satu porsi bebek goreng, nasi putih 2500 dan es jeruk 4500 kita boleh pulang dengan tersenyum lebar dan mengelus perut yang kekenyangan.

[divider]